Seandainya 1: Rasululloh Shalallohu ‘alayhi wasalam

KATAKANLAH (Muhammad): Jika kalian(benar-benar) mencintai ALLOH, ikutilah aku, niscaya ALLoH mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian. ALLOH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Seandainya Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam datang ke rumah kita

Bayangkan apabila Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam mengetuk pintu rumah kita……..
Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita,
Apa yang akan kita lakukan ?

Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita.

Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam sudi menginap beberapa hari di rumah kita

Beliau tentu tersenyum……..

Tapi barangkali kita meminta pula Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam menunggu sebentar di depan pintu karena…

kita teringat koleksi CD atau cassette music dan DVD yang ada di ruang tengah kita jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan buku-buku Agama yang kita miliki, dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu koleksi film dan musik tersebut ke dalam.

Beliau tentu tetap tersenyum……..

Atau barangkali kita teringat akan foto-foto dan lukisan makhluq bernyawa yang kita pajang di ruang tamu kita,
sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa.

Beliau tentu tersenyum…….

Bagaimana bila kemudian Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam bersedia menginap di rumah kita?
Barangkali kita teringat bahwa anak kita lebih hapal lagu-lagu Eminem, Kelly Clarkson, Beyonce atau Peter Pan dan Ungu
daripada menghapal Al-Qur’an dan Sunnah-sunnah beliau.

Barangkali kita menjadi malu bahwa anak-anak kita tidak mengetahui
sedikitpun sejarah perjuangan Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam dan para sahabatnya ridwanallohu ta’ala jami’an karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita.

Beliau tentu tersenyum……..

Barangkali kita menjadi malu bahwa anak kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam, para Sahabat beliau tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota keluarga Naruto, Sinchan, Doraemon atau nama-nama selebitis kita di infotainment.

Barangkali kita terpaksa harus menyulap salah satu ruangan menjadi ruang Shalat
Barangkali kita teringat bahwa di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian muslim yang pantas untuk berhadapan kepada Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam.

Beliau tentu tersenyum……..

Belum lagi koleksi buku-buku kita dan anak-anak kita.
Belum lagi koleksi CD, kaset kita dan anak-anak kita.
Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?

Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak
pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi.

Beliau tentu tersenyum……..

Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.

Barangkali kita menjadi malu karena kita tidak pernah ittiba’ kepada Sunnah-sunnah beliau Shalallohu ‘alayhiwasalam dan tenggelam di dalam masalah dunia dan akhirat dengan menyelisihinya.

Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan sholat nafilah.

Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Qur’an.

Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.

Beliau tentu tersenyum…….

Barangkali kita menjadi malu jika Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita.

Barangkali kita menjadi malu jika Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita

Betapa senyum beliau masih ada di situ……..

Bayangkan apabila Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam tiba-tiba muncul di depan rumah kita……

Apa yang akan kita lakukan?
Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita?

Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.

Ampuni kami ya Alloh, jikalau kami tak patuh kepada RosulMu Shalallohu ‘alayhiwasalam

Maafkan kami ya Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam…..

Masihkah beliau tersenyum ?

Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasululloh Shalallohu ‘alayhiwasalam

Sumber: Gubahan dari syair Seandainya Rosululloh mengetuk pintu rumah kita

Sleman, 7 Januari 2010 — 21 Hijriyah 1431

piko.amikom.info


2 Balasan ke Seandainya 1: Rasululloh Shalallohu ‘alayhi wasalam

  1. cencen mengatakan:

    bagus mas artikelnya.. always nunggu tag tag notes dari mas piko😀

  2. nuriani mengatakan:

    bagus sekali…jadi mengigat kan kita akan kewajiban kita sebagai seorang manusia…andaikan itu benar-benar terjadi betapa malu nya kita…apa yg akan kita jawab di hadapan nya jika dia bertanya soal agama kita….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: