Membeli dan menyimpan daging Ayam

daging-ayam.jpg

Memperoleh daging ayam di pasar dan menyimpannya agar tetap memperoleh manfaat yang optimal, perlu memperhatikan beberapa hal :

  • Pilihlah daging ayam dengan keadaan segar dan berwarna putih
  • Hindarkan daging ayam yang terlalu kuning (karena bisa saja ayam bangkai yang dilumuri pewarna)
  • Tekan dagingnya, kalau berlendir atau kebiruan berarti daging tersebut sudah rusak
  • Belilah daging ayam di tempat penjualan yang menggunakan peralatan pendingin atau daging ayam yang baru dipotong
  • Hindarkan menyimpan daging ayam pada tempat (kantung) belanjaan terlalu lama karena daging ayam mudah rusak dan bau
  • Cuci dahulu daging ayam dengan menggunakan air bersih dan mengalir sebelum disimpan agar daging ayam tetap segar
  • Bila daging ayam yang dibeli tidak habis dimasak sekaligus, bungkus daging ayam perbagian dengan plastic atau alumunium foil.
  • Jangan mencairkan dan membekukan daging ayam berulang-ulang karena bakteri akan cepat berkembang serta menurunkan kualitas daging.

Daging ayam yang dibekukan secara benar dapat disimpan lebih dari 3 bulan.

TIPS dari MUI

Setelah mengetahui dengan pasti bahwa jenis daging yang akan kita beli berasal dari hewan yang halal, selanjutnya yang harus dicermati adalah bagaimana cara pemotongannya. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal berikut:

* Belilah daging pada tempat-tempat yang resmi. Di pasar tradisional tempatnya adalah di los penjualan khusus daging sapi yang terpisah dari los penjualan daging babi. Daging yang disembelih secara legal ditandai dengan cap berwarna ungu yang berasal dari Dinas Peternakan setempat. Pemotongan hewan di Indonesia diatur melalui SK Menteri Pertanian yang mensyaratkan tata cara pemotongan hewan sesuai syariat Islam dan mengharuskan pemisahan tempat pemotongan babi. Oleh karena itu daging yang disembelih secara legal dijamin oleh pemerintah kesehatan dan kehalalannya.

* Jika membeli daging di pasar-pasar swalayan, pastikan bahwa tempat tersebut tidak menjual daging babi. Karena meskipun penjualan dilakukan pada rak/etalase yang terpisah, tidak dapat dijamin pemisahan juga dilakukan pada ruang pendingin tempat penyimpanan daging ataupun pada penyimpanan dan penggunaan peralatan. Jangan ragu bertanya kepada pihak swalayan dari mana asal daging yang dijual dan ada tidaknya sertifikat halal yang menyertai karena kebanyakan swalayan menjual daging impor, termasuk jeroannya.

* Untuk daging ayam, jika membeli karkas utuh perhatikan lehernya apakah penyembelihan dilakukan secara sempurna. Ada pedagang nakal yang melakukan penyembelihan dengan cara ditusuk. Hindari ayam yang terdapat warna merah/biru atau memar pada kulitnya terutama daerah sayap. Hal ini merupakan indikasi bahwa ayam tersebut sudah mati sebelum disembelih.

* Untuk menutupi warna ayam bangkai yang tidak normal, pedagang menyembunyikannya dengan memberi warna kuning. Sebaiknya memilih pedagang yang sudah dikenal dan dapat diyakini bahwa penyembelihan yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Meskipun peraturan tentang pemotongan unggas telah diatur dalam SK Menteri Pertanian, banyaknya jumlah usaha pemotongan unggas dalam skala rumah tangga menyebabkan pengawasannya menjadi sulit terkontrol.

* Jangan tergiur dengan penawaran harga yang lebih murah dari pasaran, terlebih jika dilakukan oleh pedagang-pedagang musiman/tidak resmi. Jika membeli daging, ayam atau jeroan dalam partai besar langsung dari distributor, baik produk lokal maupun impor, jangan lupa meminta sertifikat halal yang menyertainya. Pastikan bahwa informasi nama dan alamat produsen, tanggal penyembelihan atau nomor lot yang tercantum dalam sertifikat cocok dengan yang tertera pada kemasan.

Ir Muti Arintawati MSi, Auditor LP POM MUI

4 Balasan ke Membeli dan menyimpan daging Ayam

  1. budiartiningsih mengatakan:

    trims infonya jadi tambah pinter cuma untuk daging ayam olahan gimana nih!!!palagi sekarang banyak dijula nugget ayam di jalan2 and sekolah2 dah diolah berulang kali keluar masuk kulkas tentunya juga berkali-kali juga ya

  2. hendra mengatakan:

    saya usaha ayam potong , sepengetahuan kami mengenai sayap memar BUKAN BERARTI AYAM SUDAH MATI SBLM DI SEMBELIH, hal itu terjadi juga bisa dikarenakan penangkapan yang salah pada waktu di kandang. SEHINGGA membuat sayap menjadi memar. SEKALI LAGI BUKAN BERARTI AYAM MATI / TIREN. Lebih baik diberi ilmunya, gimana cara yang baik untuk penangkapan di kandang, sehingga ayam tidak menjadi memar. trima kasih

  3. akhmad mengatakan:

    terimakasih infonya

  4. Jomblo Abadi mengatakan:

    Kunjungi blog di wisnuvegetarianorganic.wordoress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: