Membongkar Kedok Tasawuf

Masjid Nurul Hujjaj perempatan RingRoad-Imogiri barat, 21 Juli 2006, 20.00

Ustadz. Aris Munandar

 

Bid’ah adalah:

1.     Tidak ditetapkan sebagai ibadah – contoh perkara-perkara mubah dijadikan suatu ibadah

2.     Melanggar Ketentuan dari Ibadah

3.     Hal-hal bukan bid’ah tetapi jalan menuju bid’ah (ijma’ ‘ulama)

**Seharusnya perkara mubah sebagai fasilitas atau perantara untuk melakukan ibadah

Contoh : Makan agar tubuh kuat dan sehat sehingga bias berjalan ke majelis ilmu

1)     Mubah = Bid’ah, Jika mubah dianggap ibadah

2)     Mubah = Ibadah, Jika mubah untuk tujuan menuju ibadah

**Orang-orang Sufi sering melakukan point pertama – 1)

Contoh: Memakai pakaian Shuf (bulu domba kasar) sebagai ibadah karena dianggap zuhud

Analoginya “Jika kita menganggap kain batik sebagai bentuk ibadah maka termasuk bid’ah”

 

Sufi sifatnya memecah belah umat dengan toriqot-toriqot

Menurut Sufi, kategori ibadah adalah:

1.     Ibadah budak – ibadah karena takut neraka atau mengharap surga

2.     Ibadah bisnisman – ibadah untuk keutungan-keuntungan tertentu

3.     Ibadah seorang yang cinta kepada Alloh – ibadah yang benar menurut sufi

** point 1 dan 2 adalah ibadah yang keliru menurut sufi

 

Kecenderungan kepada surga (kepingin surga) adalah dosa/maksiat dan derajat kesholihan kehambaannya menjadi jatuh menurut sufi.

Padahal Alloh berfirman dalam Qur’an Surat Al-Anbiya 90 yang menjelaskan bahwa para Nabi berdo’a kepada Alloh karena mengharap surga dan takut neraka. (ini untuk membantah sufi)

Menurut Sufi Ikhlas adalah tidak “mengharap Surga dan takut Neraka”.

Penyimpangan Sufi : Aqidah, Ibadah, Cara belajar / metode belajar.

Sufi punya standar pen-shohihah hadits sendiri. Hadits Shohih menurut sufi:

1)     Dengan Khasraf (Ghoib) – hadits dianggap shohih walaupun hadits itu palsu  menurut ulama hadits.

2)     Menurut mereka mereka bias bertemu dengan Rasululloh dalam keadaan sadar dan menanyakan hadits-hadits. Contoh: Buku Isa Dawud “Dialog dengan Jin Muslim” adalah menanyakan keshohihan hadits lewat jin.

**Ilmu Isnad dan Rowi tidak dianggap oleh sufi.

Penuntut ilmu / murid sufi yang baik “Ibarat mayit di hadapan pencucinya. Ikut aturan gurunya, taat pada syaikhnya (taqlid) walaupun salah.

Cara menghilangkan kesombongan diri sufi dengan cara “ngedan” biar dihina, dicaci, dilempari orang, seperti telanjang bulat agar dicaci, dibenci, dan jika tidak tersinggung berarti kesombongannya telah hilang.

Aqidah Sufi:

·         Yang diciptakan pertama kali adalah Nur Muhammad karena cahaya Muhammad ada maka alam semesta terwujud (hadits palsu)

·         Lelaku (nyadhoh), menitis, bersatu, wihdatul wujud, olah batin maka hilanglah unsur nafsu datanglah unsur kemalaikatan / unsur ketuhanan. Akibat lelaku itu memiliki karomah.

Contoh: Sufi Na’sabandiyyah dengan cara mandi tobat, ngamar / semedi / meditasi

**Aqidah sufi lebih kafir daripada Yahudi dan Nasrani

Syiah menyebarkan da’wahnya melalui Sufi karena Syiah memanfaatkan adanya Sufi, seperti Jalaluddin Rahmat.

Islam masuk ke Indonesia yang paling berkembang di Indonesia adalah Sufi.

Al-Hikam adalah ensiklopedi besar Sufi –ini buku rujukan Aa’ Gym.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: