Memanggil Roh dan Menaklukan Jin antara mitos dan realita

Tanggal : 27 Februari 2004

Lokasi : Counter Rosda pd bazar di Balai Pamungkas, Yogya

Penulis : Majdi Muhammad Asy-Syahawi

Kategori : Fitnah

Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya

Hal : 120

Anda tentu pernah mendengar nama David Copperfield dengan segudang “kehebatannya”. Dalam wawancaranya dengan Indosiar, sebelum mengadakan pertunjukan di Jakarta, ia sesumbar akan menggelar satu atraksi yang dia sebut “Rumah Hantu”. Rencananya, saat itu dia akan mendatangkan arwah dari zaman dulu untuk dihadirkan di dunia nyata sekarang. Menurunya, dia akan berperan “berperan sebagai medium”. Namun anehnya, ia segera menambahkan pernyataannya bahwa ia tidak mempunyai kekuatan gaib “I’ll play the part of medium, But I don’t have any supernatural power—but I play the part of medium.” Sambil mempertanyakan bagaimana David mempertanggungjawabkan definisinya itu, Majalah UMMAT berkomentar: “Kontradiktif!”

Ternyata persoalan supernatural, masalah pergaiban, merupakan suatu misteri yang begitu rumit, termasuk di mata orang yang sehari-hari bergelut di dunia itu. Meskipun demikian, sudah sejak lama masyarakat kita–dari kalangan atas sampai kalangan bawah, kaum terpelajar sampai kaum awam—gemar bergunjing soal jin dan praktik-praktik yang berkaitan dengan pemanggilan roh meskipun dengan berbisik-bisik atau seraya menoleh kanan-kiri karena khawatir dikatakan kuno dan tidak rasional atau takut “kualat”. Bahkan kini, perbincangan mengenai jin dan pemanggilan roh semakin terbuka. Media massa pun tidak terlewat memberitakan cerita dan berita seputar masalah ini. Malahan, jual-beli jin pernah menjadi polemik yang banyak menyita halaman surat kabar.

Gejala apa ini? Apakah ini timbul karena orang modern dilanda frustasi akibat stress yang tidak berkesudahan? Betulkah ini fenomena yang khas manusia modern? Ataukah, karena memang latar belakang budaya kita subur dengan nuansa kebatinan, klenik, dan hal-hal yang bersifat supernatural? Apapun jawabannya; yang jelas perbincangan tentang jin dan roh ini seringkali disandarkan pada ajaran Islam. Maka pertanyaan yang kini muncul: Apakah konsep Islam membenarkan fenomena ini? Apakah pelakunya dipandang Islam sebagai musyrik, kufur, dan sebutan lain yang bertentangan dengan Akidah Islam? Bagaimana Hakikat dan Penaklukan Jin? Benarkah roh dapat dipanggil kembali? Apakah keajaiban-keajaiban yang dinisbatkan kepada jin serta pemanggilan roh itu suatu mitos berkepanjangan atau realitas yang dapat dibuktikan? Buku ini akan menghantarkan Anda memperoleh jawabannya, tanpa harus takut kualat atau menoleh kanan-kiri.

5 Balasan ke Memanggil Roh dan Menaklukan Jin antara mitos dan realita

  1. ihjay mengatakan:

    gonggong

  2. bambang trimulyo mengatakan:

    ASSALAMU’ALAIKUM WR WB.

    MUDAH2AN BUKU TSB BISA MENJADI KAJIAN DAN RENUNGAN KEPADA PEMINAT HAL HAL GHAIB AGAR TIDAK TERPELESET DAN TERTIPU DENGAN DUNIA YANG PENUH TERKA DAN TIPU DAYA.

    SARAN SAYA BAGI MASYARAKAT JANGANLAH BELAJAR GHAIB TANPA GURU YANG LURUS AKIDAHNYA DAN MENGUSASI BENAR ILMU TENTANG KEGHAIBAN. BAHAYA…

    SALAM HANGAT,

    BAMBANG TRIMULYO
    http://www.konsulalternatif.co.cc

  3. alice pngen gituan mengatakan:

    🙂

  4. nasrtul mengatakan:

    menurut saya berdualog dgn jin itu boleh m,enurut islam
    tapi!dgn syarat hanya tmn dan teman!

  5. If you are going for finest contents like myself, simply pay a visit this web page everyday because it gives feature contents, thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: