Kumpulan Syair: Do’a untuk sang Putri

Agustus 20, 2009

piko

Yaa Robbana… Robbul ‘Arsy Adzhim
Daku berdo’a untuk seorang putri yang akan menjadi bagian dari hidupku
Putri yang mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Putri yang akan meletakkan diriku di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam
Putri yang akan meletakkan daku diatas ketaatannya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam
Putri yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain… Baca entri selengkapnya »


Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy

Juli 21, 2009

Beliau adalah Pembaharu Islam (mujaddid) pada abad ini. Karya dan jasa-jasa beliau cukup banyak dan sangat membantu umat Islam terutama dalam menghidupkan kembali ilmu Hadits. Beliau telah memurnikan Ajaran islam terutama dari hadits-hadits lemah dan palsu, meneliti derajat hadits.

Nama dan Nasabnya

Nama beliau adalah Abu Abdirrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh al-Albani. Dilahirkan pada tahun 1333 H di kota Ashqodar ibu kota Albania yang lampau. Beliau dibesarkan di tengah keluarga yang tak berpunya, lantaran kecintaan terhadap ilmu dan ahli ilmu. Ayah al-Albani yaitu Al Haj Nuh adalah lulusan lembaga pendidikan ilmu-ilmu syari`at di ibukota negara dinasti Utsmaniyah (kini Istambul), yang ketika Raja Ahmad Zagho naik tahta di Albania dan mengubah sistem pemerintahan menjadi pemerintah sekuler, maka Syeikh Nuh amat mengkhawatirkan dirinya dan diri keluarganya. Akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah ke Syam dalam rangka menyelamatkan agamanya dan karena takut terkena fitnah. Beliau sekeluargapun menuju Damaskus.

Setiba di Damaskus, Syeikh al-Albani kecil mulai aktif mempelajari bahasa arab. Beliau masuk sekolah pada madrasah yang dikelola oleh Jum`iyah al-Is`af al-Khairiyah. Beliau terus belajar di sekolah tersebut tersebut hingga kelas terakhir tingkat Ibtida`iyah. Selanjutnya beliau meneruskan belajarnya langsung kepada para Syeikh. Beliau mempelajari al-Qur`an dari ayahnya sampai selesai, disamping itu mempelajari pula sebagian fiqih madzhab Hanafi dari ayahnya. Baca entri selengkapnya »


If I Falling in Love

Juli 1, 2009

Into_my_Glass_by_glowingkittenYa Alloh,
Jika daku telah jatuh cinta
Daku ingin semua telah terbalut oleh ridho-Mu
Daku ingin semua telah terikat oleh hukum syara’

Ya Illahiy,

Jika daku jatuh cinta
Izinkanlah dengan seorang putri yang dapat menambah cintaku pada-Mu
yang dapat menambah ke-to’at-anku pada-Mu
yang dapat menguatkan ittiba’ku kepada Sunnah Rosul-Mu
yang dapat mengingatkanku pada jalannya para Shahabat ridwanallohu jami’an
dan dapat pula membantuku untuk meraih Jannah-Mu

Ya Rohman.. Ya Rohiim…
Izinkan daku tuk jatuh cinta
pada seorang putri yang mencintaiku karena-Mu
Seorang putri yang mencintai-Mu dan rindu akan cinta-Mu
Seorang putri yang mencintai di atas Sunnah Rosul-Mu
Seorang Putri yang menerimaku apa adanya
Seorang Putri yang dapat menyayangiku dan keluargaku
sehingga daku merasakan kebahagiaan bersamanya

Ya Robbiy,
Dikau yang menciptakan manusia berpasang-pasangan
Dikau pula yang memberikan rasa kasih sayang diantaranya
Jika Dikau mengizinkan daku ‘tuk jatuh cinta

Ya Alloh,
Mudahkanlah jalanku…

(ide puisi dari seseorang dengan gubahan)


Peran Wanita Sebagai Istri Idaman

Mei 18, 2009

Peran-Wanita-IdamanSungguh kaum wanita telah melewati suatu masa yang mana mereka ditempatkan pada posisi yang tidak layak, tidak proporsional dan sangat memilukan, tidak ada perlindungan bagi mereka, hak-hak mereka dihancurkan, kemauan mereka dirampas, jiwa mereka dibelenggu, bahkan saat itu mereka berada pada posisi yang amat rendah dan hina.

Pada zaman Romawi seorang suami bisa menetapkan hukuman mati kepada istrinya jika suaminya menghendaki, bangsa Romawi menganggap bahwa wanita adalah sama dengan harta dan perabot rumah tangga, sementara bangsa Yahudi menganggap wanita adalah najis atau kotor, dan yang lebih buruk lagi adalah sikap orang Nashrani yang mempertanyakan keberadaan wanita, apakah wanita itu manusia yang memiliki jiwa atau tidak?! Yang pada akhirnya perlakuan buruk ini mencapai puncaknya dengan menganggap wanita sebagai sumber keburukan, di mana wanita dikubur hidup-hidup, sebagaimana yang dilakukan oleh bangsa Arab Jahiliah. Baca entri selengkapnya »


Saat Syaikh Menahan Marah

Mei 17, 2009

Suatu saat Syaikh berjalan kaki pulang dari Masjid Al-Jaami’ Al-Kabier. Di depan sebuah toko, di sebuah perempatan, Syaikh melihat seorang pemuda Mesir sedang merokok.

Hai, anak muda. Merokok itu haram hukumnya. Apalagi ini kota para santri, sangat tidak baik merokok, apalagi di pinggir jalan seperti ini.” Ujar Syaikh, dengan suara lembut, dengan senyum.

Hey apa urusanmu? Kalau ini haram, yang berdosa aku, bukan kamu.” Bentak pemuda itu kasar.

Ya, terserah kamu saja.” Ujar Syaikh lembut.

Saat berjalan beberapa langkah, beberapa orang menyalami beliau. Syaikh menyambut dengan senang. Namun dibelakang mereka, terlihat wajah di pemuda itu pucat.

Apa dia itu Syaikh Muhammad Sholih Al-Utsaimin? Kenapa hanya berjalan kaki?” tanyanya.

Pemuda itu segera mendekati Syaikh dan menubruk kakinya. “ ’Afwan Syaikh. Saya tidak tahu kalau Anda adalah Syaikh….

Heh. Saya tidak peduli Anda kenal saya atau tidak. Seharusnya Anda takut terhadap yang haram, bukan karena saya melihat Anda. Biarkan hanya seorang anak kecil yang mengingatkan Anda, seharusnya Anda tetap menerima. Tadi saya tidak marah. Tapi begitu melihat Anda mengiba-iba hanya karena melihat saya, justru saya menjadi marah. Pergi sana, sebelum saya betul-betul marah….

Ya…ya Syaikh….” ucap pemuda itu terbata-bata.

Rokok sial. Seumur hidup aku tidak akan menghisapmu lagi….

Beberapa orang pemuda di belakangnya, tertawa tertahan-tahan.

Sumber: Majalah ElFata – edisi 05 vol.9 – 2009 – Rubrik Senyum

***piko.amikom.info***